Pattiro Semarang Temukan 446 Calon Siswa SMA Negeri Masuk Secara Otomatis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pattiro Semarang menerima sejumlah aduan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah tahun ajaran 2018/2019.

Dari data yang diterima sampai Selasa (3/7/2018), Pattiro menemukan 446 calon siswa SMA di Jawa Tengah secara otomatis masuk tanpa mempertimbangkan zonasi dan nilai.

Ketua Posko Layanan Pengaduan PPDB Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah 2018/2019, M Syofii mengatakan, sejumlah calon siswa tersebut masuk dengan menggunakan tiket anak guru di satuan pendidikan tempat anak mendaftar.

Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi lantaran adanya Peraturan Gubernur Jawa Tengah nomor 64 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Atas Negeri dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Provinsi Jawa Tengah.

“Dalam Peraturan Gubernur itu, anak guru mendapatkan pertimbangan khusus untuk masuk sekolah dimana orangtua sebagai guru di satuan pendidikan tersebut, hal tersebut tercantum dalam pasal 13 ayat (1) huruf c,” kata Syofii, dalam keterangannya, Rabu (4/7/2018).

Ia memaparkan, 446 calon siswa tersebut tersebar di 35 Kabupaten Kota dengan proporsi 302 calon siswa untuk jurusan IPA dan 144 calon siswa untuk jurusan IPS dan bahasa.

Jumlah anak guru terbanyak sebagai calon siswa paling banyak ada di Kabupaten Brebes dengan jumlah 35 calon siswa, yang berada di jurusan IPA sejumlah 18 calon siswa dan jurusan IPS sejumlah 17 calon siswa.

“Mengingat data tersebut, menunjukkan bahwasanya dengan diterimanya anak guru secara otomatis akan mengurangi kursi untuk calon siswa dengan zona yang lebih dekat dan calon siswa dari keluarga miskin,” jelasnya.

Hal tersebut, lanjutnya, tentu bertentangan dengan prinsip keadilan dalam berpendidikan dan tidak sesuai dengan tujuan PPDB untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. Sebagaimana disebutkan dalam Permendikbud No. 14 tahun 2018 tentang PPDB .

“Karena itu, PATTIRO Semarang mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk merevisi dengan menghapus pasal 10 ayat (1) huruf c Pergub Jateng No. 14 tahun 2018 terkait ketentuan mempertimbangkan anak guru dalam seleksi peserta didik karena tidak sesuai dengan prinsip keadilan dalam Pendidikan,” desaknya.

Selain itu, Pattiro juga mengutamakan siswa miskin dan yang memiliki zonasi terdekat sebagai pertimbangan utama dari pada anak guru. Serta memberikan pelayanan pengaduan secara interaktif (telpon, social media) selama proses PPDB berlangsung.

Sumber : Tribunjateng.com 
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah